Setiap manusia lahir dalam keadaan yang suci, dimana pikiran dan tingkah laku mereka akan berkembang sesuai dengan apa yang mereka dapatkan nantinya. Bagaikan botol kosong yang siap diisiĀ  dengan apapun.

Setiap manusia yang dilahirkan dalam kondisi dan keadaan yang telah diatur oleh yang kuasa. Manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk memilih kondisi dan keaadaan mereka saat lahir ke dunia ini. Oleh karena itu tidak semua manusia dapat merasakan kehidupan layak menurut dirinya, kerana semua itu telah diatur oleh yang kuasa.

Tetapi apakah meraka berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak tersebut dengan bantuan manusia yang lainnya?… atau apakah mereka telah ditakdirkan untuk kondisi tersebut?

Pertanyaan tersebut akan terjawab sesuai dengan kondisi masyarakat yang terbentuk. Apakah dimana semua rakyat suatu masyarakat berhak mendapatkan kehidupan yang layak, dimana tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Atau apakah terbentuk kondisi dimana yang di atas akan terbang semakin tinggi dan yang di bawah akan tenggelam semakin dalam….

Apakah aku bisa merasakan

Apa yang mereka nikmati

Apakah aku bisa menggunakan

Apa yang mereka kenakan

Apakah aku bisa menyentuh

Apa yang mereka genggam


Apakah aku bisa

Sedikit saja…..


Dunia semakin berkembang membuat manusia semakin melupakan kodratnya sebagai “khalifah” di muka bumi ini. Khalifah dapat diartikan sebagai sikap kepemimpinan, bagaimana cara manusia itu membawa dirinya maupun orang di sekitarnya menuju ke “amal ma’ruf nahi munkar”.

Aku adalah manusia yang hidup pada jaman ini, jaman di mana batasan antara ma’ruf dan munkar sudah tidak tampak lagi. Aku takut dimana setiap langkah yang ku jejakkan di muka bumi ini menuju ke arah yang bukan sebenarnya. Langkah dimana segalanya tampak biasa saja di hadapan mereka namun dihadapanNya itu adalah salah..

Adakah diriku masih berada di jalanNya

Bila langkah ini berjalan dengan sendirinya…

Adakah diriku masih mematuhi aturanNya

Bila sikap ini mengikuti yang ada…

Adakah diriku masih mengingatNya

Bila hati ini mulai terbutakan….


Bismillah……

Realmaczman dapat diartikan sebagai orang (laki-laki) Makassar asli. Pemilihan kata tersebut didasari oleh kebanggaan saya terlahir sebagai orang Makassar yang terkenal dengan karakternya yang keras dan tegas cerminan masyarakat pesisir.

Blog ini merupakan suatu media tempat apresiasi suara hati seorang anak Makassar dalam memaknai kehidupan ini….

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!